Kumpulan Puisi Kemerdekaan untuk Menumbuhkan Jiwa Nasionalisme

Kumpulan Puisi Kemerdekaan Kemerdekaan adalah hal yang paling membahagiakan bagi seluruh warga negara Indonesia. Setelah berjuang melawan penjajah hingga berabad-abad akhirnya negara ini berhasil merdeka dengan perjuangan sendiri.

Salah satu cara mengungkapkan rasa terima kasih karena kita sebagai anak negeri tak merasakan bagaimana perjuangan para pahlawan, Kamu bisa mengungkapkannya melalui puisi kemerdekaan.

Dengan puisi ini, apa yang akan Kamu sampaikan bisa tersampaikan dengan kata yang indah dan penuh makna.

Kumpulan Puisi Kemerdekaan

Puisi kemerdekaan berisi tentang semangat juang, rasa tanggung jawab dan juga rasa nasional yang tinggi untuk negeri.

Puisi kemerdekaan juga mengandung arti yang sangat mendalam bagi negeri. Untuk lebih jelasnya, Kamu bisa simak puisinya di bawah ini.

Kemerdekaan Ini

Oleh : Rayhandi

Kemerdekaan ini adalah usaha

Usaha tanpa menyerah para pahlawan

Kemerdekaan ini adalah keringat

Yang setia mencucur ruah hingga habis

Kemerdekaan ini adalah lelah

Lelah yang setia menghantui

Kemerdekaan ini adalah darah

Karena berjuta ton darah raib untuk kemerdekaan, tergadai

Kemerdekaan ini adalah nyawa

Karena di indonesia ini beratus ratus tahun silam nyawa melayang

Semuanya untuk indonesia

Semuanya untuk senyum anak indonesia

Semuanya untuk masa depan indonesia yang lebih cerah.

..

 

Atas Kemerdekaan

Oleh : Supardi Djoko Damono

Kita berkata : jadilah

Dan kemerdekaan pun jadilah bagai laut

Di atasnya : langit dan badai tak henti-henti

Di tepinya cakrawala

 

Terjerat juga akhirnya

Kita, kemudian adalah sibuk

Mengusut rahasia angka-angka

Sebelum Hari yang ketujuh tiba

 

Sebelum kita ciptakan pula Firdaus

Dari segenap mimpi kita

Sementara seekor ular melilit pohon itu :

Inilah kemerdekaan itu, nikmatkanlah

..

 

Gerilya

Oleh : W S Rendra

Tubuh biru

Tatapan mata biru

Lelaki berguling di jalan

Angin tergantung

Terkecap pahitnya tembakau

Bendungan keluh dan bencana

Tubuh biru

Tatapan mata biru

Lelaki berguling dijalan

Dengan tujuh lubang pelor

Diketuk gerbang langit

Dan menyala mentari muda

Melepas kesumatnya

Gadis berjalan di subuh merah

Dengan sayur-mayur di punggung

Melihatnya pertama

Ia beri jeritan manis

Dan duka daun wortel

Tubuh biru

Tatapan mata biru

Lelaki berguling di jalan

Orang-orang kampung mengenalnya

Anak janda berambut ombak

Ditimba air bergantang-gantang

Disiram atas tubuhnya

Tubuh biru

Tatapan mata biru

Lelaki berguling di jalan

Lewat gardu Belanda dengan berani

Berlindung warna malam

Sendiri masuk kota

Ingin ikut ngubur ibunya

 

Kemerdekaan Negaraku

Ku tahu perjuanganmu berat

Tak kenal lelah

Tak kenal kalah

Semangat juang yang kau tanamkan

Ikhlas hati ikhlas diri membela negeri

Kini perjuanganmu telah terbayarkan

Tetesan darahmu sudah menjadi bunga yang bermekaran

Rasa syukur aku ucapkan

Jasamu pasti kan ku kenang

Terima kasih pahlawanku

Kau ciptakan kemerdekaan bagi anak cucu negeri

Meski kau sendiri tak dapat menikmati

 

Merdeka Negeriku Bangsaku

Kau korbankan masa mudamu

Demi melihat aku tak merasakan perang

Kau korbankan keluargamu

Demi aku bahagia di masa sekarang

Kini masa sulit itu telah berlalu

Tersenyumlah meski kau tak dapat menikmatinya

Karena tanpamu

Mungkin negara dan bangsaku belum merdeka

Terima kasih kuucapkan

Wahai engkau pahlawan perjuangan

..

 

Kumpulan Puisi Kemerdekaan Chairil Anwar

Berikut ini adalah beberapa contoh kemerdekaan karya Chairil Anwar yang masih sangat fenomenal hingga saat ini.

Prajurit jaga Malam

Oleh: Chairil Anwar

Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu?

Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,

Bermata tajam

Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya kepastian

Ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini

Aku suka pada mereka yang berani hidup

Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam

Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu waktu jalan.

Aku tidak tahu apa nasib waktu

..

 

Persetujuan Bung Karno

Oleh : Chairil Anwar

Ayo ! Bung Karno kasih tangan mari kita bikin janji

Aku sudah cukup lama dengan bicaramu

Dipanggang di atas apimu

Digarami lautmu

Mulai tanggal 17 Agustus 1945

Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu

Aku sekarang api aku sekarang laut

Bung Karno! Kau dan aku satu zat satu urat

Di zatku dizatmu kapal-kapal kita berlayar

Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak dan berlabuh

..

 

Kawanku dan Aku

Oleh : Chairil Anwar

Kami sama pejalan larut

Menembus kabut

Hujan mengucur badan

Berkakuan kapal-kapal di pelabuhan

Darahku mengental pekat. Aku tumpat pedat

Siapa berkata-kata?

Kawanku hanya rangka saja

Karena dera mengelucak tenaga

Dia bertanya jam berapa?

Sudah larut sekali

Hilang tenggelam segala makna

Dan gerak tak punya arti

..

 

Maju

Oleh : Chairil Anwar

Ini barisan tak bergenderang tak berpalu

Kepercayaan tanpa menyerbu

Sekali berarti

Sudah itu mati

MAJU

Bagimu negeri

Menyediakan api

Punah di atas menghamba

Binasa di atas ditindas

Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai

Jika hidup harus merasai

Maju

Serbu

Serang

Terjang

..

 

Diponegoro

Oleh: Chairil Anwar

Di masa pembangunan ini

Tuan hidup kembali

Dan bara kagum menjadi api

Di depan sekali tuan menanti

Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali

Pedang di kanan, keris di kiri

Berselempang semangat yang tak bisa mati

..

 

Karawang Bekasi

Oleh: Chairil Anwar

Kami yang kini terbaring antara Karawang – Bekasi

Tidak bisa teriak “merdeka” dan angkat senjata lagi

Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami

Terbayang kami maju dan berdegap hati?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu

Kenang, kenanglah kami

Kami sudah coba apa yang kami bisa

Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa

Kami sudah beri kami punya jiwa

Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu jiwa

Kami Cuma tulang-tulang berserakan

Tapi adalah kepunyaanmu

Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapan

Atau tidak untuk apa-apa

Kami tidak tahu, kami tidak bisa lagi berkata

Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang-kenanglah kami

Menjaga Bung Karno

Menjaga Bung Hatta

Menjaga Bung Syahrir

Kami sekarang mayat

Berilah kami arti

Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang-kenanglah kami

Yang tinggal tulang-tulang diliputi debu

Beribu kami terbaring antara Karawang-Bekasi

..

 

Yang Terampas dan yang Putus

Oleh : Chairil Anwar

Kelam dan angin lalu mempesiang diriku,

Menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin,

Malam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu

Di Karet, di Karet (daerahku y.a.d) sampai juga deru dingin

Aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang

dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu;

tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang

Tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku

..

 

Dari kumpulan puisi-puisi kemerdekaan di atas, apakah Kamu tertarik untuk membuat puisi kemerdekaan.

Sebuah puisi yang indah sebagai bentuk terima kasih kepada para pahlawan dalam negeri yang sudah rela berjuang.

Semoga puisi ini bermanfaat dan bisa menambahkan rasa cinta kita kepada bangsa ini.

0 Shares

Leave a Comment