Perhatikan Hal-Hal Kecil Dan Sepele Ini untuk Kamu Yang Bercita-Cita Menjadi Fotografer Profesional

Menjadi Fotografer Profesional merupakan salah satu cita-cita yang yang sangat menyenangkan bagaimana tidak, selain menyalurkan hobi kita juga bisa dapat menjalai hidup.

Suka foto-foto apalagi selfie  bukan berarti kamu cocok dengan pekerjaan ini. Ada banyak hal lain yang harus diperhatikan walaupun itu hal sepele.

Berikut ini adalah tips untuk kamu yang ingin menjadi fotografer profesional yang bersumber dari berbagai situs fotografi yang patut untuk dibaca.

1. Kenali Dahulu “Alat Tempur” yang Kamu Gunakan!

Menjadi Fotografer Profesional
Kenali Kamera Anda via slrphotographyguide.com

Tak kenal maka tak sayang, mungkin pribahasa tersebut juga bisa digunakan untuk hal ini. Kenali alat yang anda gunakan.

Memang menjadi seorang yang profesional memerlukan kamera yang tak murah, mulai belajarlah dengan kamera yang anda punya saat ini.

Tidak ada salahnya mempelajari hal-hal dasar yang ada pada kamera anda. Semakin kamu paham dengan kamera yang kamu gunakan, maka semakin maksimal hasil yang kalian tangkap.

2. Jangan Sekali-kali Menggunakan Watermark yang Alay

Solusi paling tepat untuk mencegah karya yang kita buat oleh orang lain adalah watermark menuju foto yang akan di sharing dalam internet.

Foto ini tetap bisa di copy paste oleh siapapun yang mau melakukan hal tersebut, tapi dalam foto itu ada suatu gambar atau teks yang sedikit transparan seperti udara yang diteteskan pada selembar kertas.

Dengan menerapkan watermark tersebut, pelaku tidak bisa menghilangkan watermark tanpa izin sang fotografer dan tentunya tidak bisa sembarangan foto ini sebagai hasil karyanya sendiri.

Penggunaan Watermark yang “Alay” hanya akan merusak foto yang anda ambil. Watermark yang baik adalah watermark yang tidak bisa dihapus dan tutup keindahan dari foto.

Sebenarnya apa sih sih watermark? toh banyak juga fotografer profesional tidak menggunakan watermark pada foto yang mereka tangkap. hmmm..

3.  Jangan Pernah Lagi Bergantung pada Mode Auto, Kecuali kepepet!

Dalam proses belajar, penggunaan mode auto sih disarankan. Tetapi apakah kita akan terus bergantung dengan mode auto karena malas belajar fitur-fitur yang ada di kamera kamu?

Mulailah belajar dari sekarang mengenai seluk beluk tool yang ada di kamera kamu, sering-seringlah membaca untuk mendapatkan pengturan terbaik yang kamu inginkan karena proses untuk menjadi seorang yang profesional sangatlah panjang.

Tapi, tapi ada pengecualiannya. Jika kamu ingin mengambil momen-momen yang penting dan tidak punya waktu untuk mengatur manual kamera kamu gunakan saja mode auto, halal kok!, :D

Jangan terlalu khawatir dengan aspek teknis dan lebih fokus pada aspek komposisi fotografi.

4. Ingin mengedit Foto yang Sudah Kamu Abadikan? Jangan Edit Berlebihan oke?

Mengedit foto sih boleh boleh saja, tetapi harus ada aturannya loh. Misalnya software yang kamu pake adalah Photoshop. Kamu cuma boleh menggunakan menu Adjustments doang dan itupun harus ada batasannya.

Tidak boleh diperkenankan untuk membuat foto yang kamu ambil menjadi blur ataupun menambahkan efek dramatis terlalu berlebihan.

Memotong foto juga diperkenankan tetapi tidak menghilangkan makna dari foto itu. Nah itu gunanya kamu belajar menggunakan kamera agar tidak membutuhkan sentuhan terakhir di fotomu.

5. Temukan Gaya Fotografi mu!

Setiap fotografer memiliki gaya yang menjadi cirikhas dalam setiap karya yang dihasilkannya. Gaya yang dimaksud di sini adalah gaya pengambilan gambar.

Gaya pengambilan sudut gambar. Temukan lah gaya yang membuat anda nyaman. Sesekali cobalah jongkok dalam mengambil gambar.

6.Bergabunglah dengan Komunitas Fotografi

Ada banyak sekali komunitas fotografi saat ini baik di dunia nyata maupun maya, bergabung dengan mereka akan membuatmu lebih kaya dalam ilmu fotografi.

Selain bisa belajar dari yang sudah profesional, kamu juga bisa bertanya sekaligus memamerkan hasil foto yang telah kamu abadikan.

Mintalah saran, jangan down saat mereka mengkritik hasil kerjamu. Itu justru bisa menjadi cambuk agar kamu bisa lebih baik kedepannya.

7. Kumpulkan Hasil Terbaikmu dalam satu website Portofolio Pribadi

Tidak ada salahnya membangun sebuah website pribadi yang dapat menampung hasil karyamu. Di jaman serba online ini kamu bisa mendapatkan banyak manfaat dari memiliki website portofolio pribadi.

Kamu bisa menunjukkan hasil karya terbaikmu dan bisa belajar dari sana dengan melihat perubahan dari gambar ke gambar yang telah kamu ambil. Pasti keren punya website pribadi yang menampilkan hasil karyamu!

Nah, itulah sebagian kecil hal-hal yang harus kamu perhatikan jika kamu ingin menjadi fotografer profesional.

Sebenarnya intinya dalah keinginan kita untuk terus belajar dan mendalami apa yang kita cintai sebagai contoh dalam bidang fotografi.

Seorang profesional tak akan lahir begitu saja, butuh proses yang panjang dan melelahkan serta sudah “kenyang” dengan ilmu-ilmu yang terus dipelajari walaupun sudah menjadi seorang yang profesional.

Jika kamu saja sudah malas mengenali dasarnya, lantas bagaimana bisa kamu menjadi ahli dibidangnya!

Selalu cintai apa yang kamu sukai, berlatihlah terus. Selamat berfoto-foto. Cheeeeese! :D

0 Shares

Leave a Comment